SELAMAT DATANG DI BLOG PONDOK PESANTREN MULYA ABADI, JL. MAGELANG KM 8.5 SLEMAN YOGYAKARTA, SEMOGA BLOG INI BISA MENJADI SILATURAHMI KITA UNTUK SALING BERBAGI
Selamat jalan

Doa Meluluhkan Hati Seseorang

Ya Allah sungguh Engkau Maha Mulia Maha Besar. Sedangkan saya HambaMu yang sangat hina dina. Tiada upaya dan kekuatan kecuali karena Kau. Ya Allah, tundukkanlah

Doa Agar di Beri kerjaan Bisnis

Ya Allah, Raja segala Kerajaan, Tuhan memberikan Kerajaan pada yang Tuhan kehendaki, melepas Kerajaan dari yang Tuhan kehendaki, menjayakan orang yang Tuhan kehendaki, dan merendahkan orang yang Tuhan kehendaki

Sapaan Nabi Membuat Khowat Sungkan

Rasulullah SAW keluar dari tenda dan bersabda pada saya ‘hai Ayah Abdillah, apa yang mendorong kau duduk bersama mereka ?’

Hibah Menurut Bukhori

Hibah Menurut Bukhari Ibrahim Annakhai tergolong Tabiin yang sangar alim. Beliau murid Ibrhaim Attaimi, murid Amer bin Maimun, murid Abu Abdillah Al-Jadali, murid Khuzaimah sahabat Nabi SAW.

Masuk Surga Paling Awal

Rasulullah SAW bersabda, “Jibril AS telah datang untuk memegang tanganku untuk menunjukkan saya Pintu Gerbang Surga, yang akan dimasuki oleh umatku.”

2016/08/17

Kunci Sukses Yusuf AS




Fa’altum bih
Yakni “Telah kau mainkan” Qih
Menurut Nabi Yusuf AS yang telah
Dibenarkan oleh Allah SubhanaH
Dan telah dicoba oleh Muhammad bin Abdillah SAW
Hasilnya Maa syaa Allah


Ponpes Kutubussittah Mulya Abadi Mulungan Sleman Jogjakarta Indonesia need moneys to buy land for Worship  


[1] { إِنَّهُ مَنْ يَتَّقِ وَيَصْبِرْ فَإِنَّ اللَّهَ لَا يُضِيعُ أَجْرَ الْمُحْسِنِينَ } [يوسف: 90].

2016/08/12

Perang Palestin Mengerikan (2)




Dzu Kalak, Ikrimah bin Abi Jahl, Adhahak, Al-Harits bin Hisyam, Muadz bin Jabal, Abuddardak, Abdullahbin Umar bin Al-Khatthab RA dan lainnya, bergerak cepat, mengabulkan ajakannya. Mereka berjumlah 70 orang, menyerang dengan gigih. Tetapi diabaikan oleh musuh yang terlalu banyak, yang pertahanannya sangat kokoh bagai gunung baja.
Dalam kesulitan, beberapa orang berteriak, “Bunuhlah kendaraan mereka ! Jika telah jatuh, mereka kita bunuh !”
Beberapa orang membunuh kendaraan kaum Palestin, diikuti oleh yang lain. Hingga kaum Palestin berjatuhan dari kendaraan, dan tewas oleh tusukan tombak.
Lautan pasukan Palestin mengamuk, dilawan dengan garang oleh kaum Arab yang berjumlah hanya sedikit. Perbandingan kaum Arab seperti tompel kecil; kaum Palestin bagaikan unta hitam tempat tompel kecil menempel.
Sandi kaum Arab, “Laa Ilaaha illalloh Muhammad Rasululloh. Ya Roobinshur ummata Muhammad SAW.”

Abuddardak berkata, “Saya tidak sempat melafalkan sandi, karena   perang terlalu ganas. Karena bingung, kami tak tahu yang kami tebas dengan pedang, musuh atau teman. Karena musuh terlalu banyak. Di saat yang mendebarkan itu, kami menyerahkan diri pada Allah azza wajalla.
Ada keajaiban, semua Muslim yang dipedang, punggung mereka berdoa ‘ya Allah, tolonglah kami, mengalahkan kaum yang menyekutukan Kau’.”
Abdullah bin Umar bin Al-Khattab RA berkata, “Peperangan seru berlangsung hingga matahari bergeser ke barat. Angin besar datang, hingga debu-debu berterbangan. Ketika melihat ke langit, saya terkejut oleh arak-arakan kuda kelabu dikendarai pasukan yang muncul dengan membawa sejumlah panji berwarna hijau. Taring tombak di tangan mereka berkilauan. Ada seorang yang memekikkan kemenangan ‘berbahagialah hai umat Muhammad ! Allah akan segera mendatangkan Kemenangan !’
Dalam waktu cepat, kaum Palestin kabur berhamburan, dihajar oleh kaum Arab yang tiba-tiba kecepatan lari kuda mereka melebihi kuda-kuda kaum Palestin. Sekitar lebih dari 15.000 pasukan berkuda Palestin berserakan tewas bermandi darah.
Walau pasukan Palestin telah kabur, pasukan Arab masih di tempat hingga malam.
Kemenangan besar membuat Amer bin Ash berbahagia dan mensukuri kaumnya yang telah melakukan serangan dan pengejaran atas lawan.”

Amer bin Ghiats berkata, “Saya menyaksikan Amer bin Ash membawa panji, dan mengayunkan tombak yang tadinya di pundaknya. Dan berkata ‘barangsiapa membela saya, maka Allah mengembalikan barangnya yang hilang’. Dalam waktu cepat, kaum Arab mengerumuni dia seperti anak mengelilingi ibunya. Amer menyambut dengan berkata ‘betapa bahagia, bisa berkumpul dengan kaum telah payah, karena mencari Keridhoan Allah. Bukankah Allah telah membereskan urusan kalian dan memberi Pertolongan Besar, hingga kalian kewalahan menerima ?’
Mereka menjawab ‘yang kami kehendaki bukan rampasan perang, tetapi berperang dan berjihad’.
Setelah semuanya berkumpul, mereka sedih, karena 130 orang hilang. Gugur sebagai Shuhadak, menerima Penghargaan Allah. Di antara mereka yang gugur :
1.     Saif bin Ubadah.
2.     Naufal bin Darim.
3.     Al-Ahbu bin Syadad.
4.     Sejumlah kaum Yaman.
5.     Dan sejumlah kaum Madinah.
Amer sangat sedih kehilangan mereka. Dan menghibur diri dengan bergumam ‘mereka telah mendapatkan kebaikan, namun kenapa kau  justru tidak senang !’
Amer mengajak mereka melakukan shalat, melaksanakan pesan Abu Bakr RA. Semua hutang shalatnya dilunasi dengan berjamaah. Setiap shalat, ditegakkan dengan adzan dan iqomat.”

Ibnu Umar berkata, “Yang mengikuti dia shalat berjamaah, hanya sedikit. Kebanyakan mereka shalat di dalam tenda karena terlalu payah. Yang mengumpulkan rampasan perang juga hanya sedikit, kebanyakan mereka beristirahat.
Pagi itu, Amer menegakkan shalat berjamaah. Dan perintah agar mereka mengumpulkan rampasan perang, dan meninggalkan tempat.” [1]  



[1] فتوح الشام (1/ 19)
 ثم قال: يافتيان من يحمل معي هذه الحملة حتى ننظر ما يكون من امرها وأنظر حال سعيد قال فاسرع بالإجابة ذو الكلاع الحميري وعكرمة بن أبي جهل والضحاك والحرث بن هشام ومعاذ بن جبل وابو الدرداء وعبد الله بن عمر بن الخطاب رضي الله عنهم اجمعين قال عبد الله وكنا سبعين رجلا وحملنا حتى دنونا من القوم وهم لا يفكرون من حملتنا لانهم جبال من حديد قال الواقدي: رحمة الله عليه فلما رأى المسلمون ثبات الروم صاح بعضنا لبعض ابعجوا دوابهم فما هلاكهم غير ذلك قال فبعجنا دوابهم بالاسنة فتنكسوا فبعد انتكاسهم تفرق بعضهم عن بعض وحملوا علينا وحملنا عليهم وكنا فيهم كالشامة البيضاء في جلد البعير الأسود وكان شعارنا يوم فلسطين لا إله إلا الله محمد رسول الله يا رب انصر امة محمد صلى الله عليه وسلم قال أبو الدرداء: فلقد شغلني الحرب عن مناشدة الاشعار ولقد كان أحدنا لا يدري أهو يضرب أخاه أو عدوه من كثرة القتام قال فثبت المسلمون مع قتلهم وفوضوا امرهم إلى الله عز وجل وما كان أحد من المسلمين يضرب إلا وظهره ناطق بالدعاء يقول: اللهم انصرنا على من يتخذ معك شريكا قال عبد الله بن عمر بن الخطاب فلم يزل الحرب بيننا إلى وقت الزوال وهبت الرياح والناس في القتام إذ نظرت إلى السماء وقد انفرج فيها فرج وخرجت منها خيول شهب تحمل رايات خضرا أسنتها تلمع ومناد ينادي بالنصر ابشروا يا أمة محمد صلى الله عليه وسلم فقد أتاكم الله بالنصر قال فلما كان غير قليل إذ نظرت إلى الروم منهزمين والمسلمون في أعقابهم لأن خيل العرب أسبق من خيل الروم قال ابن عمر فقتلنا في هذه الواقعة قريبا من خمسة عشر ألف فارس واكثر ولم نزل في آثارهم إلى الليل وعمرو بن العاص قد فرح بالنصر وقلبه متعلق بالمسلمين لاسراعهم وراء العدو وقال عمرو بن غياث فنظرت إلى عمرو بن العاص والراية في يده وقد أوفى القناة على عاتقه وهو يعركها بيده ويقول: من يرد الناس علي رد الله عليه ضالته إذ نظرت العرب قد عطفت راجعة كعطفة الأم على ولدها فاستقبلهم عمرو وهو يقول: هنيئا لهذه الوجوه التي تعبت في رضا الله تعالى أما كان لكم كفاية في أن خولكم الله حتى اتبعتم العدو فقالوا: ما أردنا الغنيمة بل القتال والجهاد قال: ولما رجع المسلمون لم يكن لهم همة إلا افتقاد بعضهم بعضا ففقد من المسلمين مائة وثلاثون رجلا ختم الله لهم بالسعادة منهم سيف بن عبادة ونوفل بن دارم والأهب بن شداد والباقي من اليمن ووادي المدينة قال فاغتم عمرو لفقدهم ثم راجع نفسه وقال قد نزل بهم خير وانت يا عمرو تأبى ذلك ثم ندب الناس إلى الصلاة كما أمره أبو بكر الصديق رضي الله عنه فصلى ما فاته كل صلاة بأذان واقامة قال ابن عمر ما صلى خلفه إلا قليل بل صلى الناس في رحالهم من تبعهم ولم يجمعوا من الغنائم إلا القليل وبات الناس فلما أصبح عمرو أذن وصلى بهم وأمر الناس بجمع الغنائم وأن يخرجوا.

2016/08/07

Perang Palestin Mengerikan (1)




Kaum Muslim terkejut dan ketakutan; musuh yang berdatangan berjumlah sangat banyak. Mereka di belakang 10 Salib Besar. Di belakang tiap Salib, 10.000 pasukan berkuda.

Dengan hati berdebar, Amer bin Ash menata barisan pasukannya.
Yang ditunjuk sebagai komandan barisan kanan, Addhahak.
Yang ditunjuk sebagai komandan barisan kiri, Said.
Yang ditunjuk sebagai komandan barisan belakang, Abuddardak.
Amer bersama kaum Makkah, berada di barisan tengah.
Setelah perintah agar mereka membaca Al-Qur’an, Amer berpesan, “Tabahlah menghadapi Keputusan Allah ! Semangatlah dalam mencari Pahala dan Surga Allah !”
Dengan hati berdebar, Amer menata barisan pasukan, sebagai persiapan serangan.

Bathriq (Kepala Gereja) Rubis, mengamati pasukan Muslim telah berbaris rapi, telah ditata oleh Amer. Deretan ujung tombak tampak rapi dan sejajar.
Deretan kepala kuda tampak rapi dan sejajar.
Rubis grogi di saat menyaksikan tataan barisan yang sangat rapi. Yang lebih menggetarkan perasaannya, mereka membaca Al-Qur’an.
Jambul kuda kaum Muslim berkilau oleh terpaan sinar matahari. Sepertinya mereka bakal memenangkan peperangan.
Rubis merasa lemas, dan yakin bahwa pasukannya juga merasakan seperti yang dia rasakan. Dalam diamnya, emosinya berkobar. Hatinya makin berdebar ketika menyaksikan Said bin Khalid muncul dari barisan. Said saudara seibu Amer bin Ash.
Rubis makin terkejut oleh teriakan Said, “Hai kaum Syirik ! Majulah !”
Rubis tercengang oleh serangan Said yang dahsyat. Pasukan Sayap Kanan yang diserang, bergeser ke kiri.
Pasukan Sayap Kiri diobrak-abrik hingga surut ke kanan. Sejumlah lelaki tewas oleh serangannya. Sejumlah Bathriq (Kepala Gereja) sakarat oleh amukannya.
Rubis hampir tak percaya; ‘Said memasuki pertengahan lawan untuk mengamuk’. Yang diserang ketakutan dan berhamburan.
Dalam waktu cepat Said dikeroyok dan dihajar dengan senjata, hingga gugur sebagai Syuhadak.
Pasukan Muslim terkejut dan sedih atas gugurnya Said. Yang paling sedih Amer bin Ash. Dia berkata, “Oh Said ! Kau telah menjual dirimu pada Allah azza wajalla.” [1] 






[1] فتوح الشام (1/ 18)
حتى اشرقت علينا عشرة صلبان تحت كل صليب عشرة آلاف فارس فلما أشرف الجيش على الجيش أقبل عمرو ورتب أصحابه وجعل في الميمنة الضحاك وفي الميسرة سعيدا وأقام على الساقة أبا الدرداء وثبت عمرو في القلب ومعه أهل مكة وأمر الناس يقرأون القرآن وقال لهم: اصبروا على قضاء الله وارغبوا في ثواب الله وجنته ثم إنه جعل يصفهم ويعبيهم تعبية الحرب ونظر روبيس بطريق الروم إلى عسكر المسلمين وقد صفهم عمر بن العاص لا يخرج سنان عن سنان ولا عنان عن عنان ولا ركان عن ركاب وهم كأنهم بنيان مرصوص وهم يقرأون القرآن والنور يلمع من نواصي خيولهم فشم منهم رائحة النصر وتبين من نفسه الجزع وعلم أن كل من معه كذلك فوقف ينظر ما يكون من المسلمين وانكسرت حميته قال: وكان أول من برز من جيش المسلمين سعيد ابن خالد رضي الله عنه وهو اخو عمرو بن العاص من امه فلما برز نادى برفيع صوته: ابرزوا يا أهل الشرك ثم حمل على الميمنة فالجأها إلى المسيرة وحمل على الميسرة فالجأها إلى الميمنة وقتل رجالا وجندل أبطالا ثم اقتحم فيهم فشوشهم وزعزع جيشهم قال فاجتمعوا عليه فقتلوه رحمة الله عليه قال فحزن المسلمون على قتله حزنا عظيما واكثرهم عمرو بن العاص وقال: واسعيداه لقد اشترى نفسه من الله عز.