SELAMAT DATANG DI BLOG PONDOK PESANTREN MULYA ABADI, JL. MAGELANG KM 8.5 SLEMAN YOGYAKARTA, SEMOGA BLOG INI BISA MENJADI SILATURAHMI KITA UNTUK SALING BERBAGI

2015/01/28

PS 14: Pembebasan Syam



Cerbung (Cerita Bersambung)


Dengan grogi, Kalus berkata pada pasukannya, “Saya ingin kalian di dekat saya! Jika saya terdesak! Seranglah dia! Untuk menyelamatkan saya dari amukannya!.”
Setelah berpikir, Kalus berkata, “Ini perkataan orang tidak kesatria yang justru akan mencelakakan diri sendiri. Hai kaumku! Lelaki itu orang kampung yang bahasanya berbeda dengan bahasa saya!.”

Jirjis muncul dan berkata, “Saya akan menerjemahkan ucapannya untuk Tuan!.”
Kalus mengajak Jirjis, mendekati Khalid.
Pada Jirjis, dia berkata, “Ketahuilah bahwa lelaki ini sangat pemberani. Jika kau nanti yakin, dia akan mengalahkan saya, seranglah! Agar hari ini kita bisa melukai dia. Yang bertugas membunuh dia, Azazir! Selanjutnya kita beristirahat dari kesulitan. Percayalah! Kau akan saya angkat sebagai sahabat-karibku!.”
Jirjis berkata, “Terus terang saya tidak pandai berperang. Saya hanya akan membuat dia takut.”

Ketika telah semakin dekat, Kalus dan Jirjis terkejut oleh Rafi yang bergerak menyerang. Namun langkah Rafi berhenti, karena dibentak oleh Khalid, “Kamu di situ saja! Saya yang akan menghadapi mereka berdua!.”
Kalus makin takut. Dan perintah pada Jirjis, “Tanyalah ‘siapa kau?!’ Tanyalah apa kemauannya! Buatlah dia takut saya!.”

Jirjis mendekat dan berkata pada Khalid, “Hai saudara Arab! Saya pikir gambaran kalian ketika datang untuk memerangi kami, bagaikan lelaki pemilik kawanan kambing, yang menyerahkan kambingnya pada sekelompok penggembala penakut. Pemilik kambing itu gambaran raja kami. Tokoh-tokoh kami yang kalian taklukkan itulah, gambaran para penggembala yang takut binatang buas. Tiap malam, kambing gembalaan selalu hilang seekor, karena dimakan binatang buas. 
Karena kambing telah berkurang semakin banyak, si majikan tahu penyebabnya, penggembalanya tidak pandai menghadapi binatang buas.
Majikan mengganti penggembala, dengan pemuda pemberani. Sayang sekali tiap malam, banjir besar melanda; membahayakan bagi keselamatan kambing-kambing gembalaannya
Tiba-tiba binatang buas, datang lagi untuk memangsa kambing. Namun nasib binatang buas itu malang, karena dilumpuhkan dan dibunuh oleh penggembala jagoan tersebut. Mulai sejak itu tak ada lagi binatang buas yang berani mengganggu si penggembala dan binatangnya. Kalian inilah binatang buas yang suka mengganggu tersebut! Hanya sebetulnya kalian ini kaum lemah! Makanan dan pakaian kalian kurang mencukupi! Di negeri kalian, hanya ada makanan rendah seperti gandum dan kurma. Setelah kalian datang kemari, makanan serba lezat, kalian senang! 
Ketahuilah bahwa raja telah mengutus sejumlah pasukan berkuda yang telah terlatih! Kepandaian berperang mereka tak ada yang membandingi! Terutama Beliau yang berada di sisi saya ini! Kau jangan melawan Beliau yang gambarannya seperti penggembala yang keberanian dan kekuatannya luar biasa! Beliau telah perintah agar saya menghadapi kau, untuk berembuk dengan baik-baik! Sekarang katakan ‘apa yang kau inginkan?!’. Katakan sebelum Beliau mengamuk!.”
Kalus dan Jirjis memperhatikan Khalid menjawab, “Hai Musuh Allah! Demi Allah! Bagi saya, kalian ini hanya seperti kawanan burung yang telah terperangkap! Terbang kekanan terhalang, terbang kekiri terhalang! Yang bisa lepas hanya sedikit! 
Mengenai penjelasanmu ‘negeri kami gersang dan penduduknya kekurangan makan’, memang benar! Hanya sekarang, Allah telah memberi kami makanan lezat berupa gandum dan beras yang jenisnya bermacam-macam! Minyak samin! Madu! Allah ridho kami menikmati makanan lezat! Bahkan sebelumnya, ini semua sudah pernah dijanjikan pada kami, melaui NabiNya SAW! Pertanyaan kau ‘tujuan kami apa?’ Saya jawab ‘kami akan menawarkan tiga pilihan pada kalian:
1.     Masuklah pada agama kami.
2.     Serahkan pajak untuk kami.
3.     Kita berperang’.
Adapun ucapanmu mengenai lelaki di sampingmu, ‘dia penggembala jagoan yang tak tertandingi’. Bagi saya dia justru sangat hina, meskipun dia utusan raja. Saya pahlawan Islam! Saya pahlawan berkuda! Saya Khalid bin Al-Walid sahabat Rasulillah SAW!.”

Jirjis terkejut ketakutan hingga bergetar, dan wajahnya memucat. Lalu surut ke belakang hingga ditegur oleh Kalus, “Kau ini bagaimana? Tadinya sangat mengagumkan bagaikan singa? Sekarang mundur teratur?.”
Jirjis menjawab, “Demi kebenaran Al-Masih! Tadinya saya tidak tahu bahwa dia pahlawan berkuda yang sangat agung itu! Ternyata dia jauh lebih hebat dari yang saya duga! Dialah pahlawan besar! Pimpinan kaum yang kebrutalannya akan mengacau-balaukan Syam!.”
Kalus perintah, “Hai Jirjis! Perintahlah agar dia mengundurkan perangnya melawan saya, hingga besok pagi!.”

Dengan ketakutan, Jirjis mendekati Khalid untuk berkata, “Hai pimpinan kaum! Tuan saya akan pulang dulu, untuk bermusyawarah dengan kaumnya.”
Bentakan Khalid meledak, “Kurang ajar! Kamu akan menipu saya?!.”
Lalu begerak cepat menodongkan tombak ke wajah Jirjis. 
Mulut Jirjis beku, tidak bisa berbicara, karna takut Khalid. Jirjis bergerak sangat cepat, untuk kabur.


In syaa Allah bersambung Allahu Akbar Allahu Arrohman

Maha Suci Allah Robbul-'aalamiiiin 

0 komentar:

Posting Komentar