SELAMAT DATANG DI BLOG PONDOK PESANTREN MULYA ABADI, JL. MAGELANG KM 8.5 SLEMAN YOGYAKARTA, SEMOGA BLOG INI BISA MENJADI SILATURAHMI KITA UNTUK SALING BERBAGI

2015/01/29

PS 19: Pembebasan Syam




Pasukan Romawi berjumlah ratusan ribu, di bawah pimpinan menantu Raja Hiraqla (Hercules) sudah sigap, di suatu pagi. Pada waktu mereka telah semakin dekat, Khalid bin Al-Walid berkata, “Sebetulnya hati mereka ketakutan! Ayo kita serang!” pada Abu Ubaidah, yang segera menjawab, “Ayo!.”

Khalid, Abu Ubaidah, dan semua pasukan Islam, menyerbu dengan cepat. Takbir membahana. Pertempuran berkobar-kobar riuh. Musuh sama tewas bersimbah darah.
Para sahabat nabi SAW berjihad dengan penuh semangat.


Peperangan berlangsung tidak lebih satu jam itu, berakhir dengan kemenangan besar di pihak Islam. Tentara musuh yang masih hidup, lari terbirit-birit masuk ke kota. Mayat-mayat berdarah ber
serakan di sepanjang dusun, hingga Pintu Gerbang Timur.

Pejabat-pejabat Damaskus yang tahu bahwa pasukan mereka dikalahkan, segera menutup semua pintu gerbang kota. Tak mempedulikan kaum mereka yang masih tertinggal di luar.

Qais bin Hubairah (قيس ابن هبيرة) RA yang ikut dalam perang tersebut, berkata, “Orang-orang yang masih di luar, ada yang kami bunuh, ada yang kami tawan.

Khalid pulang dari medan perang, dan menjumpai Abu Ubaidah, untuk berkata, “Sebaiknya pasukan kita bagi dua. Saya bersama sejumlah pasukan, bersiaga di dekat Pintu Gerbang Timur. Engkau bersama sejumlah pasukan, menempati dekat Pintu Gerbang Jabiyah.”
Abu Ubaidah menjawab, “Ini idea yang sangat tepat.”

Pasukan dibagi menjadi dua. Satu golongan dipimpin oleh Khalid menuju Pintu Gerbang Timur; satu golongan lagi dipimpin oleh Abu Ubaidah menuju Pintu Gerbang Jabiyah.

Arak-arakan pasukan Muslimiin yang panjang, dan gema takbir mereka, membuat hati bergetar.

Penduduk Damaskus ketakutan di dalam benteng
, karena telah dikepung dari dua sisi. Khalid mendatangkan dua tokoh besar kaum Romawi, yaitu Bathriq Kalus dan Bathriq Azazir, pejabat tinggi Damaskus. Dua tokoh tersebut sengaja diikat, dipertontonkan di depan umum.
Mereka berdua disuruh masuk Islam. 
Karena menolak, Dhirar bin Al-Azwar diperintah agar memotong kepala mereka berdua.
Dhirar bergerak cepat melaksanakan perintah.

Melihat kejadian mengerikan tersebut,
kaum Damaskus marah. Mereka menulis surat untuk raja mereka. Di antara isinya:
1.     Tindakan kaum Arab atas Kalus dan Azazir.
2.     Tentara Islam telah mendekati Pintu Gerbang Timur Damaskus.
3.     Pintu gerbang Jabiyah juga telah didatangi ribuan tentara Islam.
4.     Tentara Islam menggerakkan kaum muda dan remaja.
5.     Kota Balqa dan tanah Sawad telah disita oleh tentara Islam.
6.     Ujung-ujungnya dalam surat tersebut, memohon bala-bantuan. Kalau tidak dikabulkan, mereka mengancam akan menyerahkan negeri Damaskus pada tentara Islam.

Mereka mengutus seseorang agar mengantar surat tersebut pada Raja Hiraqla
, dengan imbalan tinggi. Sedemikian rupa rahasia diatur, agar tentara Islam tidak mengetahui bahwa mereka telah mengirim surat pada Hiraqla.

0 komentar:

Posting Komentar