SELAMAT DATANG DI BLOG PONDOK PESANTREN MULYA ABADI, JL. MAGELANG KM 8.5 SLEMAN YOGYAKARTA, SEMOGA BLOG INI BISA MENJADI SILATURAHMI KITA UNTUK SALING BERBAGI

Doa Meluluhkan Hati Seseorang

Ya Allah sungguh Engkau Maha Mulia Maha Besar. Sedangkan saya HambaMu yang sangat hina dina. Tiada upaya dan kekuatan kecuali karena Kau. Ya Allah, tundukkanlah

Doa Agar di Beri kerjaan Bisnis

Ya Allah, Raja segala Kerajaan, Tuhan memberikan Kerajaan pada yang Tuhan kehendaki, melepas Kerajaan dari yang Tuhan kehendaki, menjayakan orang yang Tuhan kehendaki, dan merendahkan orang yang Tuhan kehendaki

Sapaan Nabi Membuat Khowat Sungkan

Rasulullah SAW keluar dari tenda dan bersabda pada saya ‘hai Ayah Abdillah, apa yang mendorong kau duduk bersama mereka ?’

Hibah Menurut Bukhori

Hibah Menurut Bukhari Ibrahim Annakhai tergolong Tabiin yang sangar alim. Beliau murid Ibrhaim Attaimi, murid Amer bin Maimun, murid Abu Abdillah Al-Jadali, murid Khuzaimah sahabat Nabi SAW.

Masuk Surga Paling Awal

Rasulullah SAW bersabda, “Jibril AS telah datang untuk memegang tanganku untuk menunjukkan saya Pintu Gerbang Surga, yang akan dimasuki oleh umatku.”

2015/04/29

Rayuan Syaitan



Kajian Bersambung


{ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَنْفِقُوا مِنْ طَيِّبَاتِ مَا كَسَبْتُمْ وَمِمَّا أَخْرَجْنَا لَكُمْ مِنَ الْأَرْضِ وَلَا تَيَمَّمُوا الْخَبِيثَ مِنْهُ تُنْفِقُونَ وَلَسْتُمْ بِآخِذِيهِ إِلَّا أَنْ تُغْمِضُوا فِيهِ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ حَمِيدٌ () الشَّيْطَانُ يَعِدُكُمُ الْفَقْرَ وَيَأْمُرُكُمْ بِالْفَحْشَاءِ وَاللَّهُ يَعِدُكُمْ مَغْفِرَةً مِنْهُ وَفَضْلًا وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ () يُؤْتِي الْحِكْمَةَ مَنْ يَشَاءُ وَمَنْ يُؤْتَ الْحِكْمَةَ فَقَدْ أُوتِيَ خَيْرًا كَثِيرًا وَمَا يَذَّكَّرُ إِلَّا أُولُو الْأَلْبَابِ () } [البقرة: 267 - 269].

Artinya:
Ya kaum yang telah beriman, infaqkan 1), (hasil dari) kebaikan-kebaikan yang telah kalian kerjakan! 2), sebagian dari yang telah Kami keluarkan dari bumi untuk kalian! Jangan sengaja pada yang jelek darinya! Yakni, kalian menginfaqkan, namun mengenai itu, kalian telah tidak mau mengambil, kecuali dengan memejamkan mata! Ketahuilah bahwa ‘sungguh Allah Maha Kaya Maha Terpuji’. (267)

Ayat ini turun karena apabila kaum Anshar panen kurma, maka beberapa untai pentil kurma dishodaqohkan. Digantunkan pada tali terbentang di antara dua tiang Masjid Rasulillah SAW. Kaum Fakir dari Muhajirin, makan sebagaiannya.
Ada lelaki sengaja menshodaqohkan yang bongkeng. Dia memasukkan pada untaian pentil kurma. Karena menyangka perbuatan demikian itu boleh. 
Maka Allah menurunkan Firman mengenai orang yang melakukan demikian. [1]

Syaitan menjanjikan kefakiran pada kalian! Dan perintah agar kalian berbuat keji. Sedangkan Allah menjanjikan Ampunan dan Keutamaan dariNya. Allah Maha Luas Maha Alim. (268)
Dia memberikan Hikmah pada orang yang dia kehendaki. Barangsiapa diberi Hikmah, maka sungguh telah diberi kebaikan sangat banyak. Dan tidak mengambil peringatan kecuali kaum yang mempunyai akal bersih. (269)

Rasulullah SAW bersabda, “Syaitan dan malaikat membisiki Anak Adam. Bisikan Syaitan ‘rayuan’ agar melakukan kejelekan dan mendustakan kebenaran. Bisikan malaikat, ‘rayuan’ agar berbuat baik dan melakukan kebenaran. Barangsiapa menjumpai demikain, hendaklah tahu bahwa itu dari Allah, hendaklah  bersyukur pada Allah. Barangsiapa menjumpai yang lain, hendaklah berdoa agar dilindungi dari Syaitan.”
Lalu nabi SAW membaca:
“{الشَّيْطَانُ يَعِدُكُمُ الْفَقْرَ وَيَأْمُرُكُمْ بِالْفَحْشَاءِ وَاللَّهُ يَعِدُكُمْ مَغْفِرَةً مِنْهُ وَفَضْلًا وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ () يُؤْتِي الْحِكْمَةَ مَنْ يَشَاءُ وَمَنْ يُؤْتَ الْحِكْمَةَ فَقَدْ أُوتِيَ خَيْرًا كَثِيرًا وَمَا يَذَّكَّرُ إِلَّا أُولُو الْأَلْبَابِ ()} [البقرة: 268، 269].” [2]

Bersambung.


Ponpes Mulya Abadi Mulungan


الصَّحِيحُ الْقَوْلُ الْأَوَّلُ؛ قَالَ ابْنُ جَرِيرٍ: حَدَّثَنِي الْحُسَيْنُ بْنُ عَمْرٍو العَنْقَزيِّ، حَدَّثَنِي أَبِي، عَنْ أَسْبَاطٍ، عَنِ السُّدِّيِّ، عَنْ عَدِيِّ بْنِ ثَابِتٍ، عَنِ الْبَرَاءِ بْنِ عَازِبٍ فِي قَوْلِ اللَّهِ: {يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَنْفِقُوا مِنْ طَيِّبَاتِ مَا كَسَبْتُمْ وَمِمَّا أَخْرَجْنَا لَكُمْ مِنَ الأرْضِ وَلا تَيَمَّمُوا الْخَبِيثَ مِنْهُ تُنْفِقُونَ} الْآيَةَ. قَالَ: نَزَلَتْ فِي الْأَنْصَارِ، كَانَتِ الْأَنْصَارُ إِذَا كَانَ أَيَّامَ جذَاذ النَّخْلِ، أَخْرَجَتْ مِنْ حِيطَانِهَا أَقْنَاءَ البُسْر، فَعَلَّقُوهُ عَلَى حَبْلٍ بَيْنَ الْأُسْطُوَانَتَيْنِ فِي مَسْجِدِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَيَأْكُلُ فُقَرَاءُ الْمُهَاجِرِينَ مِنْهُ، فيعْمد الرَّجُلُ مِنْهُمْ إِلَى الحَشَف، فَيُدْخِلُهُ مَعَ أَقْنَاءِ الْبُسْرِ، يَظُنُّ أَنَّ ذَلِكَ جَائِزٌ، فَأَنْزَلَ اللَّهُ فِيمَنْ فَعَلَ ذَلِكَ: {وَلا تَيَمَّمُوا الْخَبِيثَ مِنْهُ تُنْفِقُونَ}.
 قَالَ ابْنُ أَبِي حَاتِمٍ: حَدَّثَنَا أَبُو زُرْعَة، حَدَّثَنَا هَنَّاد بْنُ السِّرِي، حَدَّثَنَا أَبُو الْأَحْوَصِ، عَنْ عَطَاءِ بْنِ السَّائِبِ، عَنْ مُرَّةَ الهَمْداني، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ "إِنْ لِلشَّيْطَانِ لَلَمّة  بِابْنِ آدَمَ، وللمَلك لَمة، فَأَمَّا لَمَّةُ الشَّيْطَانِ فَإِيعَادٌ بِالشَّرِّ وَتَكْذِيبٌ بِالْحَقِّ، وَأَمَّا لَمَّةُ الْمَلَكِ فَإِيعَادٌ بِالْخَيْرِ وَتَصْدِيقٌ بِالْحَقِّ. فَمَنْ وَجَدَ ذَلِكَ فليعلَمْ أَنَّهُ مِنَ اللَّهِ، فَلْيحمَد اللَّهَ، وَمَنْ وَجَدَ الْأُخْرَى فَلْيَتَعَوَّذْ مِنَ الشَّيْطَانِ". ثُمَّ قَرَأَ: {الشَّيْطَانُ يَعِدُكُمُ الْفَقْرَ وَيَأْمُرُكُمْ بِالْفَحْشَاءِ وَاللَّهُ يَعِدُكُمْ مَغْفِرَةً مِنْهُ وَفَضْلا} الْآيَةَ.

2015/04/28

PS 115: Pembebasan Syam





Umar RA berdiri dan berjalan menuju mimbar, untuk menyampaikan nasehat dan membacakan surat pada hadirin. Seusai surat dibaca, jamaah Jumah menangis keras. Suara tangisan mereka menggemuruh memenuhi Masjid. Mereka terharu pada mereka yang telah berjuang mati-matian. Tak terima 10 pahlawan mereka gugur; 5 lainnya ditawan. Yang tangisannya paling keras, Abdur Rohman bin Auf  RA. Dia berkata, “Yang mulia! Perintahlah kami agar bergabung pada mereka! Kalau kau mau pergi ke Syam untuk menolong, niscaya mereka bertambah semangat dalam berjihad! Demi Allah saya hanya menguasai diri dan harta yang akan saya korbankan untuk kaum Muslimiin!.”
Ketika mereka menangis sedih, hati Umar RA bertambah iba. Dengan berlinang airmata, dia berkata, “Hai putra Qurth! Siapa saja tokoh besar yang memimpin pasukan Romawi sebanyak itu?!” pada Abdullah bin Qurth pengantar surat.
Abdullah menjawab, “Lima bathriq:
1.     Putra saudara perempuan Raja Hiraqla, bernama Raja Qurin.
2.     Raja Dirjan.
3.     Raja Qanathir.
4.     Raja Jarjir.
Mereka berempat di bawah pimpinan Raja Mahan Al-Armani, pemimpin tertinggi dari semua pasukan Romawi. Raja Jabalah memimpin 60.000 pasukan berkuda Nashrani dari Arab Ghassan.”

Jamaah Jumah mengamati Umar berkata, “Semua dipersilahkan menyampaikan usulan pada saya! Semoga Allah Taala menyayang kalian.”
Perkataan Ali RA menyeruak, diperhatikan hadirin: “Bergembiralah! Semoga Allah menyayang kalian! Musibah ini termasuk tanda Kekuasaan Allah, untuk menguji dan mengamati amalan dan kesabaran Hamba-Hamban-Nya yang beriman! Barang siapa bersabar dan mengharapkan pahala, maka akan tergolong orang-orang sabar! Ketahuilah bahwa musibah ini pernah dijelaskan padaku oleh Rasulullah SAW! Ini akan berakibat menang.”
Abbas RA bertanya, “Yang menang siapa! Yang kalah siapa?.”
Ali menjawab, “Ya paman! Yang kalah yang mengkufuri Allah dan menyekutukan Dia! Sekarang saatnya kita menunggu Pertolongan Allah!.”
Pada Umar, Ali berkata, “Yang mulia! Suratilah Abu Ubaidah wakil tuan, untuk memberi tahu bahwa Pertolongan Allah lebih baik daripada pertolongan kita.”
Umar segera naik mimbar, untuk menyampaikan khutbah Jumah yang memukau. Khutbah mengenai ‘Keutamaan Berjihad yang disampaikan dengan berapi-api, membuat hati hadirin bergetar dan air mata berderai. Umar turun dari mimbar untuk mengimami shalat. Seusai shalat, dia menulis surat untuk Abu Ubaidah:

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
Dari Hamba Allah, Amirul Mukminiin Umar bin Al-Khatthab, untuk Abi Ubaidah Amir bin Jarrach (أبي عبيدة عامر بن الجراح), kaum Muhajirin dan Anshar.
سلام عليكم
Sungguh saya memuji Allah satu-satunya Tuhan yang harus disembah. Saya membaca shalawat untuk Nabi-Nya bernama Muhammad SAW. Adapun selanjutnya:

Umar melipat dan memberikan surat pada Abdullah bin Qurth, dengan pesan, “Hai putra Qurth! Jika kau telah sampai pada kaum Muslimiin, di waktu mereka telah berbaris! Datangilah para pembawa panji! Berkatalah ‘kau utusanku untuk mereka!’ Katakan pula ‘Umar mengirim salam untuk kalian!’ Dan berpesan ‘hai ahli iman! Seriuslah di dalam berperang! Mengamuklah seperti singa! Belahlah kepala mereka dengan pedang! Mereka lebih hina daripada lalatIn syaa Allah kalian akan ditolong oleh Allah!’ Lalu bacakan pada mereka! Alaaa inna chizballaahi humul ghaalibuun’.” [7]
Abdullah bin Qurth berkata, “Ya Amiral Mukminiin! Doakan agar saya selamat dan bisa cepat sampai tujuan.”








In syaa Allah bersambung.




[1] Bacaan istirjak: إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ  (Innaa lillaahi wa innaa ilaihi rajiuun. Artinya: Sungguh kami milik Allah dan sungguh kami akan kembali pada-Nya).
[2] وَلَنْ تُغْنِيَ عَنْكُمْ فِئَتُكُمْ شَيْئًا وَلَوْ كَثُرَتْ وَأَنَّ اللَّهَ مَعَ الْمُؤْمِنِينَ [الأنفال : 19]. Artinya: Dan golongan kalian takkan mencukupi untuk kalian sedikitpun, walaupun banyak. Dan sungguh Allah menyertai orang-orang iman.
[3] {فَمِنْهُمْ مَنْ قَضَى نَحْبَهُ وَمِنْهُمْ مَنْ يَنْتَظِرُ} [الأحزاب: 23]. Artinya: Maka sebagian mereka ada yang menyelesaikan kematiannya; sebagian mereka ada yang menunggu.
[4] Artinya, “Ya Tuhan kami, ampunilah dosa-dosa kami untuk kami, dan melampaui batas kami dalam urusan kami. Tetapkan tumit-tumit kami. Dan tolonglah kami mengalahkan kaum kafir.”
[5] { وَمَا كَانَ قَوْلَهُمْ إِلَّا أَنْ قَالُوا رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا وَإِسْرَافَنَا فِي أَمْرِنَا وَثَبِّتْ أَقْدَامَنَا وَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ  فَآتَاهُمُ اللَّهُ ثَوَابَ الدُّنْيَا وَحُسْنَ ثَوَابِ الْآخِرَةِ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ } [آل عمران: 147، 148].
[6] { يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اصْبِرُوا وَصَابِرُوا وَرَابِطُوا وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ} [آل عمران: 200].
[7] ألا إن حزب الله هم الغالبون

Mulungan Sleman Jogjakarta Indonesia Ponpes Kutubussittah Mulya Abadi

2015/04/26

Berdoalah



Berdoalah pada Allah, “Ya Allah, berilah kami ya Dzal Izzah [1]
1.     Seratus mobil mewah
2.     Seratus rumah mewah
3.     Seribu pelayan
4.     Satu kwintal intan dan berlian
5.     Sepuluh truk pakaian.”

Niscaya Allah tersenyum menawan
Dan heran yakni kasihan
Di Mata Allah, dunia bagai kotoran
Menjijikkan
Maksud Allah Arrohman
Kalian akan diberi fasilitas jauh lebih menggiurkan
Yakni surga indah abadan [2]

Rujukan:
3.     {وَلَوْلَا أَنْ يَكُونَ النَّاسُ أُمَّةً وَاحِدَةً لَجَعَلْنَا لِمَنْ يَكْفُرُ بِالرَّحْمَنِ لِبُيُوتِهِمْ سُقُفًا مِنْ فِضَّةٍ وَمَعَارِجَ عَلَيْهَا يَظْهَرُونَ} [الزخرف: 33].



[1] Dzal Izzah artinya penguasa Kedahsyatan.
[2] Abadan artinya abadi.

2015/04/24

PS 114: Pembebasan Syam







Setelah Abu Ubaidah dan pasukannya berdatangan, membantu rombongan KhalidJabalah dan pasukannya kabur. Mayat-mayat dari pasukan Jabalah bersimbah darah, berserakan, memenuhi medan yang sangat luas.

Khalid sibuk mencari pasukannya di beberapa tempat. Tetapi yang dijumpai hanya 20 orang. Dia menangis dan menampar pipi karena sangat sedih. Dan menyalahkan dirinya, “Kau penyebab pasukan Muslimiin gugur, hai putra Al-Walid! Akan berkata bagaimana kau nantinya di hadapan Rohman dan di hadapan Amirul Mukminiin Umar bin Al-Khatthab RA?!.”

Khalid berjalan dengan kebingungan, karena sahabat yang dilihat tinggal 20 orang. Tiba-tiba Abu Ubaidah dan pasukannyaberdatangan mendekati.
Mereka telah mengamuk hingga sisa-sisa pasukan Nashrani, tewas berserakan. Yang lain kabur, menjauhi gelanggang perang.

Khalid mendengarkan Abu Ubaidah berkata, “Hai Ayah Sulaiman! Segala Puji bagi Allah yang telah menolong pasukan kita dan menghancurkan pasukan Musyrikiin.
Khalid menjawab, “Allah telah membuat mereka porak-poranda, namun saya belum berhasil membuat kau berbahagia.”
Abu Ubaidah bertanya, “Kenapa?.”
Khalid menjawab, “Saya kehilangan 40 sahabat Rasulillah SAW. Di antara mereka ada Zubair putra bibi Rasulillah SAW.”  
Walau terkejut, Abu Ubaidah menghibur, “Hai Ayah Sulaiman! Musuh telah pergi jauh oleh serangan kami bertubi-tubi. Sebagian mereka kami tawan. Dengan para tawanan itu, kita bisa menebus pasukan kita yang mereka tawan.”
Khalid berkata, “Saya yakin mereka hanya tertawan.”
Zubair yang dicari, muncul dan menyapa, “Apa alasanmu? Hai Ayah Sulaiman?.”
Dengan perasaan lega, Khalid menjawab, “Di pertengahan peperangan tadi, pasukan kita yang saya lihat, hanya sepuluh orang. Yang bersama saya ini jumlahnya duapuluh orang; yang datang bersama kau itu, duapuluh lima orang. Berarti yang tertawan lima orang kan? Berari yang tertawan:

Mereka sangat sedih, karena lima sahabat pilihan yang mereka cintai tertawan. Sepuluh lainnya gugur sebagai Syuhada.
Mereka mendatangi Abu Ubaidah untuk menyampaikan laporan. Tetapi di sana ada Fadhl bin Abbas, Zubair bin Al-Awwam, dan Marqal bin Hasyim (المرقال بن هاشم), yang telah bergabung, dalam keadaan selamat dan berbahagia.

Abu Ubaidah bersujud di atas punggung kudanya, bersyukur pada Allah Taala.
Khalid berkata, “Hai Muslimiin semuanya! Saya telah berjuang mati-matian agar meraih mati Syahid! Namun belum berhasil! Sepuluh pasukan kita yang gugur sebagai Syuhada berarti  sudah ajalnya! Yang ditawan oleh lawan, in syaa Allah saya yang akan mengurus!.”

Kebahagiaan mereka sempurna karena memenangkan peperangan akbar, dan bisa bergabung lagi dengan pasukan induk.


Di tempat berbeda, pasukan Nashrani menangisi kawan-kawan mereka yang tewas dan tertawan. Mereka menderita banyak kerugian.

Al-Waqidi sejarawan Islam kuno yang mengutamakan sejarah shahih, di dalam kitabnya, menjelaskan: 

“Jumlah pasukan berkuda Romawi 1.000.000 orang’. Namun dalam catatan selanjutnya, dia menulis jumlah pasukan berkuda mereka 800.000 orang’:
Seorang yang saya anggap jujur telah bercerita padaku, ‘sungguh ketika menyaksikan pasukan Romawi di bawah pimpinan Jabalah kalah besar, Abu Ubaidah panglima, kirim surat pada Umar:

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
Kepada Amirul Mukminiin Umar bin Al-Khatthab. Dari wakilnya bernama Abu Ubaidah Amir bin Jarrach (أبي عبيدة عامر بن الجراح).
سلام عليك
Sungguh saya memuji Allah satu-satunya Tuhan yang harus disembah. Saya juga memanjatkan shalawat untuk Nabi-Nya bernama Muhammad SAW. Ketahuilah yang mulia, bahwa anjing Romawi bernama Hiraqla telah menggerakkan agar kaum penyembah Salib menyerang kami. Jumlah pasukan yang dikirim 800.000 pasukan berkuda. Mereka bagaikan kawanan belalang yang ditebarkan. Jumlah para pegawai dan jongos mereka, tidak bisa dihitung.
Kami menempati wilayah Yarmuk dekat kota Rumah (الرُّمَاة) dan Khaulan (الخولان). Pasukan terdepan mereka, kaum Nashrani Arab dari Ghassan, Lakhm, dan Judzam, berjumlah 60.000 pasukan berkuda. Pasukan yang dipimpin oleh Raja Jabalah, dilawan oleh utusan kami berjumlah 60 orang. Ternyata Allah memberi pertolongan melalui perjuangan pasukan kita. Pertolongan ini jelas dari Allah yang Maha Dahsyat Maha Kaya Hikmah. [1] Pasukan kita yang gugur 10 orang, di antaranya:
1.     Railah (راعلة).
2.     Jafar bin Al-Musayyab (جعفر بن المسيب).
3.     Naufal bin Waraqah (نوفل بن ورقة).
4.     Qais bin Amir (قيس بن عامر).
5.     Salamah bin Sallamah Al-Khazraji (سلمة بن سلامة الخزرجي).
6.     Dan lainnya.
Saat ini kami masih ingin melanjutkan peperangan, maka kirimilah kami bala bantuan pasukan Tauhid. Kami memohon agar Allah menolong kami, Islam, dan pemeluknya.”
والسلام عليك وعلى جميع المسلمين ورحمة الله وبركاته


Abu Ubaidah melipat lalu memberikan surat, pada Abdullah bin Qurth, agar dikirimkan ke Madinah untuk Umar. Saat itu hari Jumat ba’dal Asar tanggal 12 Dzul-Chijjah. 

Abdullah bin Qurth memacu kendaraannya menyusuri jalan sangat panjang.
Bila malam tiba, udara semakin dingin. Bulan bersinar indah menawan. Dan hiburan terindah, bertasbih dan melantunkan Al-Qur’an.

Abdullah memasuki kota Madinah pada hari Jumah siang hari. Masjid Nabawi dipenuhi Jamaah Jumah yang berjejal. Dia menambatkan kendaraan di depan pintu gerbang Babu Jibril  (Gerbang Jibril AS). Lalu datang ke Roudhah untuk mendoakan salam pada Rasulillah SAW dan Abu Bakr Asshiddiq RA. Shalat dua rakaat. Lalu mendekat pada Umar RA.

Celoteh Jamaah Masjid menyeruak, karena ingin tahu isi surat yang dibawa. Beberapa orang menyodorkan wajah ingin membaca. Dia mengucapkan salam dan mencium tangan Umar RA.  

Ketika membuka dan membaca surat, wajah Umar memerah dan mengucapkan, Innaa lillaahi wa innaa ilaihi raajiuun.” [2]







In syaa Allah bersambung.



[1] فتوح الشام (1/ 166)
قال الواقدي: حدثني من أثق به أن الأمير أبا عبيدة رضي الله عنه لما نظر إلى عساكر الروم معولة على قتاله كتب إلى عمر بن الخطاب رضي الله عنه كتابا يقول فيه: بسم الله الرحمن الرحيم إلى أمير المؤمنين عمر بن الخطاب من أبي عبيدة عامر بن الجراح عامله سلام عليك فاني أحمد الله الذي لا إله إلا هو وأصلي على نبيه محمد صلى الله عليه وسلم وأعلم يا أمير المؤمنين أن كلب الروم هرقل قد استفز علينا كل من يحمل الصليب وقد سار القوم إلينا كالجراد المنتشر وقد نزلنا باليرموك بالقرب من أرض الرماة والخولان والعدو في ثمانمائة ألف مقاتل غير التبع وفي مقدمتهم ستون ألف من العرب المنتصرة من غسان ولخم وجذام فأول من لقينا جبلة بن الأيهم في ستين ألف فارس وأخرجنا إليه ستين رجلا فهزم الله تعالى المشركين على أيديهم {وما النصر إلا من عند الله العزيز الحكيم} وقتل من أصحابنا عشرة رجال وهم راعلة وجعفر بن المسيب ونوفل بن ورقة وقيس بن عامر وسلمة بن سلامة الخزرجي وأسر منهم خمسة رجال وهم رافع بن عميرة وربيعة بن عامر وضرار بن الأزور وعاصم بن عمرو ويزيد بن أبي سفيان ونحن على نية الحرب والقتال فلا تغفل عن المسلمين وأمدنا برجال من الموحدين ونحن نسأل الله تعالى أن ينصرنا وينصر الإسلام وأهله والسلام عليك وعلى جميع المسلمين ورحمة الله وبركاته.

[2] {إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ } [البقرة: 156]. Artinya: Sungguh kami milik Allah dan akan kembali pada-Nya.  


Mulungan Sleman Yogyakarta Indonesia Ponpes Kutubussittah Mulya Abadi