SELAMAT DATANG DI BLOG PONDOK PESANTREN MULYA ABADI, JL. MAGELANG KM 8.5 SLEMAN YOGYAKARTA, SEMOGA BLOG INI BISA MENJADI SILATURAHMI KITA UNTUK SALING BERBAGI

2016/12/07

Baca Tulisan “تمرض”


Image result for ‫“تمرض”‬‎



2.     Dalam Hadits Bukhariاسْتَأْذَنَ أَزْوَاجَهُ أَنْ يُمَرَّضَ فِي بَيْتِي” minta idzin pada istri-istrinya SAW, agar dirawat di rumahku.
3.     Dalam Hadits Bukhariوَاسْتَأْذَنَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نِسَاءَهُ فِي أَنْ يُمَرَّضَ فِي بَيْتِ عَائِشَةَ” dan Nabi SAW minta idzin pada istri-istrinya, untuk dirawat di rumah Aisyah RA.
4.     Dalam Hadits Bukhariاسْتَأْذَنَ أَزْوَاجَهُ أَنْ يُمَرَّضَ فِي بَيْتِي، فَأَذِنَّ لَهُ” minta idzin pada istri-istrinya SAW, agar dirawat di rumahku. Ternyata mereka memberi idzin padanya SAW.
5.     Dalam Hadits Bukhari “«لَمَّا ثَقُلَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، اسْتَأْذَنَ أَزْوَاجَهُ أَنْ يُمَرَّضَ فِي بَيْتِي، فَأَذِنَّ لَهُ»” ketika telah keberatan (payah), Rasulullah SAW minta idzin pada istri-istrinya, agar dirawat di rumahku. Ternyata mereka memberi idzin padanya.
6.     Dalam Hadits Bukhari “اسْتَأْذَنَ أَزْوَاجَهُ أَنْ يُمَرَّضَ فِي بَيْتِي، فَأَذِنَّ لَهُ، فَخَرَجَ وَهُوَ بَيْنَ الرَّجُلَيْنِ” Beliau SAW minta idzin pada istri-istrinya, agar dirawat di rumahku. Ternyata mereka memberi idzin padanya. Maka Beliau SAW keluar di antara dua lelaki.
7.     Dalam Hadits Bukhari “لَمَّا ثَقُلَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَاشْتَدَّ وَجَعُهُ، اسْتَأْذَنَ أَزْوَاجَهُ فِي أَنْ يُمَرَّضَ فِي بَيْتِي، فَأَذِنَّ لَهُ” ketika telah keberatan (payah) dan penyakitnya telah berat, Rasulullah SAW minta idzin pada istri-istrinya, agar dirawat di rumahku. Ternyata mereka memberi idzin padanya.
Dalam Lisanul-Arob, juga dijelaskan : لسان العرب (7/ 231)
قَالَ سِيبَوَيْهِ: أَمْرَضَ الرجلَ جَعَلَهُ مَرِيضاً، ومرَّضه تمْرِيضاً قَامَ عَلَيْهِ وَولِيَه فِي مرَضه وَدَاوَاهُ لِيَزُولَ مرَضُه، جاءَت فَعَّلْت هُنَا لِلسَّلْبِ وإِن كَانَتْ فِي أَكثر الأَمر إِنما تَكُونُ للإِثبات.
Artinya: Sibawaih (Imam Lughot) berkata, “Dia amrodho pada lelaki. Artinya dia membuat sakit padanya. Marrodhohuu tamriidhon, artinya ‘merawat dan mengurusi dia di dalam sakitnya. Dan mengobati untuk menghilangkan penyakitnya’. Wazan fa’’alat di sini, datang untuk menyatakan Salab (Pengambilan (marodh/مرض/penyakit)), meskipun di dalam kebanyakan perkara, wazan ini untuk Itsbat.”

0 komentar:

Posting Komentar